Minggu, 29 November 2009

Aksi Damai untuk menyelematkan generasi dari HIV/AIDS dan liberalisasi seks

Balikpapan, MMC – Menjelang hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi damai dengan tema : “Selamatkan Generasi dari HIV/AIDS dan Liberalisasi sex”. Di Balikpapan, aksi damai yang diikuti oleh lebih dari 300 orang muslimah ini dimulai dari depan masjid At Taqwa, Klandasan. Rombongan yang mulai memenuhi masjid ini sejak pukul 7 pagi ini kemudian bergerak menyusuri jalan utama menuju kea rah timur, sebelum kemudian berhenti untuk mendengarkan orasi-orasi di halaman depan gedung Bank Bukopin, Kompleks Balikpapan Permai.

Selain beberapa orang orator dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Balikpapan, hadir pula beberapa tokoh yang memberikan orasinya, yakni Robbiatul Addawiyah dari MUI, Fathiyah (tokoh pendidikan) dan Mahmudah (Mubalighoh Balikpapan).


Dalam orasinya, Robbiatul Addawiyah meminta kepada media untuk menuliskan besar-besar, bahwa kaum muslimin di Balikpapan menginginkan penghapusan kegiatan-kegiatan maksiat yang masih ada di Balikpapan, seperti penutupan lokalisasi dan tempat maksiat lainnya. Sementara itu Fathiyah, dengan kapasitasnya sebagai tokoh pendidikan, menyeru kepada para pelajar untuk mampu menjadi contoh bagi lingkungannya, yakni menjaga diri dalam bergaul sehingga senantiasa dalam koridor syariat Islam. Keprihatinan akan masih terpecah belahnya umat Islam disampaikan oleh Mahmudah, yang berulangkali mengingatkan bahwa seluruh umat harus bersatu dan bekerja keras untuk terus menyeru kepada syariat Islam. Keberadaan epdidemi HIV/AIDS ini dikhawatirkan adalah bencana yang diturunkan Allah karena umat Islam belum maksimal dalam memerangi kemaksiatan yang terjadi, demikian Mahmudah. DI akhir orasinya Mahmudah menyampaikan pesannya kepada pemimpin di Balikpapan, yakni walikota dan wakil walikota untuk tidak ragu-ragu memerangi kemaksiatan dan meyakinkan keduanya bahwa kaum muslimin di Balikpapan akan mendukung langkah-langkah tersebut.

Para orator dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyampaikan kekeliruan program-program yang saat ini diluncurkan untuk mengatasi epidemi HIV/AIDS, yakni kondomisasi, substitusi metadon, jarum suntik steril bagi pengguna narkoba dan hidup berdampingan bersama ODHA. Keempat program tersebut terbukti tidak mampu menurunkan angka HIV/AIDS, bahkan justru akan meningkatkan angka HIV/AIDS dengan laju yang lebih cepat lagi. Terbukti dari sejak diluncurkannya program-program tersebut, angka HIV/AIDS meningkat dengan tajam, sebagaimana dalam waktu 2 tahun terakhir, angka HIV/AIDS telah bertambah 8 kali lebih banyak. Solusi tuntas HIV/AIDS yang benar adalah mengatasi akar permasalahan adanya HIV/AIDS tersebut, yakni menghapuskan kemaksiatan dan liberalisasi sex serta memberantas narkoba, termasuk menutup semua industri yang mendukungnya.
Lebih dari itu, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyampaikan bahwa penerapan system sekuler yang menjadikan para kapitalis sebagai pengendali aturan di masyarakat ini lah yang menjadi penyebab utama krisis multidimensi di Indonesia, termasuk epidemi HIV/AIDS ini. Karena itu, untuk menuntaskan krisis multidimensi ini, solusinya adalah kembali menerapkan syariat Islam untuk kehidupan manusia.

Sesi orasi ini diakhiri oleh pembacaan surat dari remaja muslimah yang ditujukan kepada para pemegang kekuasaan eksekutif dan legislatif, meminta dan mengingatkan para penguasa tersebut untuk benar-benar memperjuangkan kehidupan masyarakat yang berdasarkan syariat Islam.

Keseluruhan aksi damai yang mendapatkan pengawalan dan bantuan dari polisi setempat ini ditutup dengan doa, dan seluruh peserta bubar pada sekitar pukul 11.30.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar